Kakanwil Kemenag Aceh: Hati-hati dengan Informasi Hoaks

40

MEULABOH, THEACEH.COM – Kakanwil Kemenag Aceh menyatakan tantangan kerukunan umat beragama ke depan semakin kompleks. Selain faktor keagamaan itu sendiri, mulai dari perbedaan penafsiran, penodaan, aliran hingga rumah ibadah, juga ada faktor-faktor non keagamaan, baik sosial, ekonomi, juga politik.

“Apalagi, tahun 2018 dan 2019 adalah tahun politik. Indonesia akan menyelenggarakan Pemilihan Presiden. Ini tentu harus menjadi perhatian bersama dalam menjaga kerukunan warga bangsa. Hati- hati dengan berita atau informasi hoaks, belum tentu itu semua benar, kita harus tabayyun,” sebut Kakanwil Kemenag Aceh, M Daud Pakeh, pada Rakor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Kota Meulaboh, Sabtu (20/10).

Untuk itu, Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Aceh yang memaparkan tentang Peran Kemenag dalam Merawat Kerukunan Umat Beragama mengajak FKUB untuk berbagi peran dengan Kementerian Agama dalam menjaga kerukunan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, ada sejumlah peran yang bisa dilakukan oleh FKUB, antara lain memelihara dan memperkuat prinsip kerukunan di tengah-tengah masyarakat, membangun harmoni sosial, menciptakan situasi kehidupan keagamaan yang kondusif, serta mengeksplorasi nilai-nilai kemanusiaan dari teologi masing-masing agama.

“FKUB juga berperan dalam pendalaman nilai spiritual yang implementatif, menjauhkan rasa saling curiga antar pemeluk agama, serta meningkatkan pemahaman umat bahwa perbedaan adalah keniscayaan, Koordinasi dengan majelis-majelis agama dan lintas kementerian/lembaga terkait juga akan kami perankan secara optimal dalam waktu-waktu mendatang,” ujar Kakanwil Kemenag Aceh.

“Berbagi peran antara FKUB dan Kemenag penting dalam rangka mendorong sikap-sikap keberagamaan umat beragama yang menjunjung tinggi toleransi, moderasi dan infklusif,” sebut Daud Pakeh.

Rakor FKUB ini diselenggarakan di Meulaboh dan diikuti 39 peserta yang terdiri dari perwakilan ketua dan sekretaris FKUB tingkat Kabupaten Aceh Barat.

Ketua Panitia Kegiatan, Jakfar dalam laporannya mengatakan Rakor FKUB Kabupaten Aceh Barat ini dalam rangka memanfaatkan dan memaksimalkan waktu yang ada. Rakor FKUB tersebut suatu momentum bagaimana merencanakan dan mendiskusikan segala persoalan dan perencanaan dalam rangka membangun organisasi yang lebih baik.

Selain dua hal tersebut, sebut Jakfar, juga untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja tahun 2017, dan menyusun rancangan program kerja FKUB untuk tahun 2018.

Dalam sambutan tertulis Bupati Aceh Barat yang dibacakan oleh Wakil Bupati Banta Puteh Syam menyampaikan bahwa FKUB menjadi fasilisator dan mobilisator dalam rangka menjaga kerukunan umat beragama, perbedaan-perbedaan yang muncul dimasyarakat seyogyanya tidaklah menjadi pemecah tapi menjadi perekat dalam kehidupan antar umat beragama demi membangun bangsa dan negara yang lebiih baik.

Ia juga berpesan kepada seluruh anggota FKUB untuk meningkatkan rasa toleransi, saling menghormati, dan meningkatkan pemahaman agama, dengan begitu toleransi akan terjaga, sehingga, kedamaian, ketentraman akan senantiasa terpelihara.[]