MaTA Desak Tim Saber Pungli Percepat Proses Hukum Kasus OTT

145

BANDA ACEH, THEACEH.COM – Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) menyebutkan kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Tim Saber Pungli di Dinas Pendidikan Aceh Utara terkait Bantuan Operasional PAUD hingga kini belum ada titik terang.

“Masyarakat masih menunggu perkembangan kasus yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu. Ini tanda tanya besar mengapa belum ada kejelasan kasus tersebut,” ujar Koordinator Bidang Hukum dan Politik MaTA, Baihaqi, Rabu 5 Desember 2018 di Banda Aceh.

Menurutnya, berbeda dengan kasus OTT lain yang digelar oleh tim saber pungli, selain mengamankan sejumlah barang bukti, tim saber langsung menetapkan para tersangka yang diduga terlibat. “Pertanyaannya ada apa dengan kasus OTT BOP PAUD Aceh Utara,” tanya Baihaqi.

Lebih lanjut, ia menyebutkan, berdasarkan monitoring MaTA, selama 2018 ini terdapat 6 kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli di Aceh.

Dari jumlah kasus tersebut, sebut Baihaqi, Tim Saber Pungli mengamankan Rp797.924.000 sebagai barang bukti dan menetapkan 11 orang sebagai tersangka. Para tersangka berasal dari unsur eksekutif dan swasta.

Berdasarkan catatan MaTA, kasus OTT tersebut tersebar di beberapa wilayah di Aceh, seperti Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Aceh Barat dan Nagan Raya.

Kasus-kasus tersebut diantaranya kasus dugaan pungli terhadap 38 kelompok tani di Nagan Raya, kasus dugaan pungli pada keuchik untuk pelaksanaan MTQ di Aceh Barat.

Selain itu, ada kasus dugaan pungli di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat, kasus dugaan pungli di BPN Lhokseumawe, kasus dugaan pungli di Kemenag Bireuen untuk penyelenggaraan maulid.

Pihaknya menilai, kasus pungli yang ditindak oleh tim saber pungli tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah di Aceh, dan juga menjadi indikator bahwa pelayanan publik di Aceh belum terbebas dari “belenggu” pungli.

Di samping itu, MaTA mendesak kepada Tim Saber Pungli mempercepat proses hukum terhadap beberapa kasus tersebut. “Proses hukum ini akan memberi efek jera kepada pelaku,” ujar Baihaqi.

Di sisi lain, MaTA berharap Tim Saber Pungli juga harus memaksimalkan pencegahan di setiap instansi pemberi layanan publik.[]