Seekor Gajah Liar di Gunung Biram Dipasang GPS Collar

361

LEMBAH SEULAWAH, THEACEH.COM – Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh kembali memasang satu unit GPS Collar pada individu gajah liar yang beredar di wilayah hutan Aceh Besar kawasan Desa Panca, Kemukiman Gunung Biram, Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar, Kamis (29/10/2018).

Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo, menyatakan begitu dirinya mendapat laporan dari masyarakat bahwa gajah tersebut kembali ke perkebunan masyarakat, segera memberikan instruksi kepada timnya untuk ke lokasi.

Kemudian tim yang terdiri dari staf BKSDA dari unsur PLG dan CRU yang dipimpin oleh Nurdin Isma serta tim Wildlife Ambulance dari PKSL (Pusat Kajian Satwa Liar) FKH Unsyiah langsung melakukan observasi pada hari itu juga, Rabu 28 November.

Dengan dipasangnya GPS Collar, kata Sapto, diharapkan individu gajah yang sedang mengalami penanganan tersebut akan dapat dipantau pergerakan hariannya setiap beberapa jam sesuai pengaturan yang dikehendaki, unit GPS akan mengirimkan titik koordinat dan dapat langsung dipantau di atas peta digital.

“Data GPS Collar ini lebih jauh diharapkan akan memberikan informasi lebih banyak tentang pola penggunaan habitat gajah dan keterhubunganya dengan habitat lainnya di kabupaten yang berbeda,” sebutnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (30/11).

Menurutnya, data pergerakan harian gajah tersebut dapat pula dijadikan sebagai early warning system dalam upaya penanganan konflik gajah, dimana pihaknya dapat memprediksi jalur dan waktu pergerakan gajah agar dapat dilakukan antisipasi lebih dini.

Lebih lanjut, Sapto menambahkan, sejauh ini pihaknya telah berhasil memasang 6 GPS Collar yang tersebar di beberapa habitat penting gajah di Aceh. Saat ini empat di antaranya masih aktif dan memberikan informasi yang sangat penting terkait pola pergerakan gajah dan mengkonfirmasi faktor barrier alami yang mempengaruhinya.

Sehingga, sambungnya, diketahui beberapa kawasan yang sangat penting dan wajib dilakukan pengelolaan secara aktif untuk dapat menanggulangi konflik gajah secara permanen dan sekaligus sebagai langkah penting bagi upaya konservasi gajah.

Sapto juga menyampaikan bahwa, BKSDA Aceh sekarang memiliki beberapa GPS Collar termasuk collar yang dipasang di Desa Panca, Gunung Biram, bersumber dari donasi Internasional Elephant Foundation (IEF) & Asian Elephant Support (AES) yang disalurkan melalui PKSL-FKH Unsyiah.

Dirinya berharap upaya tersebut akan menjadi bagian dari solusi penting bagi masa depan konservasi gajah di Aceh. BKSDA sendiri juga telah melakukan pengadaan unit GPS Collar untuk kebutuhan lainnya, karena program pemasangan GPS collar diadopsi oleh Ditjen KSDAE sebagai salah satu role model yang dipilih untuk Aceh.[]